KPU Mitra Mengikuti Webinar Dengan Tema Membangun Budaya Kerja Yang Berbasis Data

Ratahan, Jumat 14 November 2025 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Tenggara turut serta dalam webinar nasional bertema “Membangun Budaya Kerja Berbasis Data di Lingkungan KPU” yang diselenggarakan oleh KPU RI. Kegiatan ini menghadirkan narasumber tingkat nasional dan diikuti oleh perwakilan KPU provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Webinar dipandu oleh Genreo Mikael Barus dan menghadirkan narasumber utama Damar Juniarto, Founder dan CEO PIKAT (Pusat Inovasi, Kecerdasan Artificial dan Teknologi untuk Demokrasi). Selain dikenal sebagai pakar kebijakan digital dan demokrasi digital di tingkat internasional, Damar juga merupakan penasihat pada Dewan Penasihat Kecerdasan Artifisial PBB.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) KPU RI, Masyur Sampurna Jaya, membuka webinar dengan menegaskan bahwa data adalah fondasi utama pengambilan keputusan modern, dan seluruh jajaran KPU, baik pusat maupun daerah harus memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola dan memanfaatkan data.

Ia juga mengumumkan bahwa KPU RI akan melanjutkan webinar series setiap minggu sepanjang 2025–2026 dan mengundang KPU daerah untuk memberikan usulan tema. Dalam kesempatan tersebut, Kapusdatin memberikan apresiasi atas antusiasme tinggi dari KPU provinsi dan kabupaten/kota, termasuk KPU Minahasa Tenggara yang hadir mengikuti kegiatan secara aktif.

Dalam sesi pemaparan materi, Damar Juniarto menjelaskan bahwa dinamika kepemiluan di Indonesia kini sangat dipengaruhi oleh perubahan cepat teknologi digital. Ia memaparkan konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan evolusinya menjadi BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible) sebagai gambaran dunia yang penuh ketidakpastian dan memerlukan respon berbasis data.

Damar mencontohkan berbagai fenomena global, termasuk:

  • perubahan regulasi mendadak, misalnya putusan Mahkamah Konstitusi terkait penggunaan artificial intelligence;
  • penggunaan AI dalam pemilu di negara lain seperti Bangladesh, Nepal, Maroko, dan Madagaskar;
  • peristiwa unik di Nepal, di mana krisis politik berujung pada keputusan anak muda memilih perdana menteri baru melalui platform Discord.

Menurutnya, perubahan ekstrem ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemilu harus dibangun di atas data yang kuat, literasi digital yang memadai, serta kesiapan menghadapi disrupsi teknologi.

Partisipasi KPU Minahasa Tenggara dalam webinar ini mempertegas komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan adaptasi teknologi dalam penyelenggaraan pemilu. KPU Minahasa Tenggara juga menyambut baik dorongan KPU RI untuk memperkuat budaya kerja berbasis data di seluruh tingkatan.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal menuju transformasi digital yang lebih kuat dalam menghadapi pemilu mendatang yang semakin kompleks dan cepat berubah.

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 130 Kali.